Seni Bali

Topeng Bondres

3784379048_10b364f748_b

Topeng Bondres yang perkembangannya di mulai sejak tahun sembilan puluhan memang mendapat tempat tersendiri bagi masyarakat Bali. Karena menampilkan lakon tari yang unit dan tidak terikat dengan pakem tari atau alur cerita.
Seni pertunjukan topeng menampilkan tokoh-tokoh yang lucu, dengan humor-humor yang segar kadang di selipi sindiran-sindiran ketimpangan sosial atau konfilik yang terjadi di masyarakat.    Selanjutnya juga dalam artikel tersebut juga dijelaskan, bahwa dramatari topeng bondres memiliki keunikan tersendiri, walaupun mengunakan pakaian tradisional adat Bali, topeng bondres dalam lakonnya tidak terikat pada pakem tari maupun alur cerita. Kesenian bondres lebih banyak menekankan pada sifat humor atau banyolan-banyolah dan sindiran yang di dalamnya terkandung makna memberi pesan etika moral, dan sarat informasi. Tak heran, bila dalam setiap pementasan, sindiran yang dinilai sebagai sebuah ketimpangan sosial atau konflik adat sering dimunculkan.
Sekeha atau Group Topeng banyak berkembang di Bali, mengingat masyarakat bali adalah masyarakat yang sangat menjunjung budayanya sendiri sehingga perkembangan dramatari Topeng di Bali sudah memasyarakat dimana dapat di nikmati pada setiap upacara yadnya atau upacara agama yang biasa dilakukan oleh masyarakat Bali.

Wayang Bali

wayang_baliubud.puppets

Begitu kalian dengar kata-kata Wayang, pasti rasanya males banget mau nonton, yang pastinya membosankan menurut kalian. Apalagi anak anak muda kebanyakan.Coba kalian tonton Wayang Cenk Blonk ini. Wayang yang asli dari daerah Blayu – Tabanan – Bali ini sangat berbeda dengan wayang biasanya. Penggabungan antara tradisional dan kreativitas modern.Wayang Cenk Blonk ini dikembangkan Oleh I Wayan Nardayana.Nardayana awalnya memberikan nama pagelaran ini dengan nama Wayang Kulit Gitaloka dari Belayu, 15 Tahun yang lalu. Dalam pewayangan ini, tokoh yang sering di tampilkan adalah “Nang Klenceng” dan “Nang Ceblong”. Dan masyarakat juga lebih akrab dengan memanggil nama “Ceng Blong”.Hampir setiap pementasan wayang Cenk Blonk dipadati penonton, termasuk di Lapangan Puputan Badung, jantung Kota Denpasar, dan di perkampungan seniman Ubud untuk melengkapi rangkaian upacara keagamaan yang digelar oleh para warga setempat.Bahkan, para penonton bisa ketagihan menyaksikan lelucon, penampilan si dalang dan gayanya yang khas dalam memainkan wayang, yang berpadu harmonis dengan permainan instrumen gamelan yang mengiringinya.Wayang Cenk Blonk, jelas Nardayana, merupakan wayang Ramayana atau wayang Betel, bukan wayang Tantri atau wayang Babad. Cenk Blonk merupakan gabungan kependekan nama dua punakawan – Nang Klenceng dan Nang Keblong yang berwajah, suara dan perilaku lucu. Selain Klenceng dan Keblong, dalam wayang Bali ada punakawan-punakawan lain, yaitu Merdah, Tualen, Sangut dan Delem.


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: