Rangda Wujud Dari Dewi Durga

Categories: Tari Bali | Leave a comment

Nasi Jinggo

kaskus-forum.blogspot.com - MENGENAL KULINER KHAS BALI
Andalan anak kost di Bali nech, haha ..
Adanya di malam hari, nasi jinggo terdiri dari nasi, mie, ayam suwir, tempe kering, serundeng dan tentunya sambal (semuanya dalam porsi yang mini/sedikit).
Ciri khas lainnya ada nasi ini dibungkus dengan daun pisang. Untuk ukuran orang dewasa, mengkonsumsi 2-3 bungkus mungkin baru terasa kenyang.
Biasa dijual dipinggir jalan dengan menggunakan meja seadanya ada dalam keranjang di atas sepeda motor.

Categories: Makanan Khas Bali | Leave a comment

Be Pasih

kaskus-forum.blogspot.com - MENGENAL KULINER KHAS BALI
Makanan ini terbuat dari ikan laut segar, yang dilaburi dengan bumbu bawang putih, ketumbar, kunyit, terasi, garam dan kadang-kadang dengan kencur. Setelah bumbu ikannya meresap, lalu dipanggang dengan arang kayu atau arang batok kelapa. Adapun bahan sambalnya terdiri atas bawang merah, cabai rawit, sereh, terasi bakar, garam, dan bisa juga ditambahkan cabai besar untuk memberi tambahan rasa. Bahan-bahan tersebut dicampur, dirajang halus, lalu diremas-remas untuk menyatukan rasa. Terakhir, ditambahkan minyak kelapa asli dan air perasan jeruk limau.
Makanan ini cukup populer di daerah-daerah pesisir Bali; diantaranya di pantai Jimbaran (Kuta), pantai Sanur (Denpasar), dan pantai Lebih (Gianyar).

Categories: Makanan Khas Bali | Leave a comment

Rujak Bulung

kaskus-forum.blogspot.com - MENGENAL KULINER KHAS BALI
Hampir sama dengan rujak kuah pindang. Perbedaannya hanya saja pada rujak bulung, mangga diganti dengan bulung/ rumput laut dan ditambah parutan kelapa serta sedikit lengkuas dan jeruk lemo. Ada 2 jenis rumput laut yang biasa digunakan untuk rujak ini yaitu yang berwarna putih dan hijau.

Categories: Makanan Khas Bali | Leave a comment

Ayam Betutu

kaskus-forum.blogspot.com - MENGENAL KULINER KHAS BALI
merupakan salah satu masakan khas Bali yang sangat populer dan diburu oleh pencinta kuliner dalam dan luar negeri.
Tidak salah jika Betutu adalah masakan kebanggaan masyarakat Bali. Biasanya dibuat dari ayam/bebek yang dibungkus daun pisang, lalu dibungkus lagi dengan pelepah pinang sehingga rapat. Ayam/Bebek ditanam dalam lubang di tanah dan ditutup dengan bara api selama 6-7 jam sampai matang.
Karena proses masak yang rumit dan memakan waktu lama inilah yang membuat betutu khas Bali sangat terkenal dan menjadi sajian istimewa di rumah makan.

Categories: Makanan Khas Bali | Leave a comment

Lawar

kaskus-forum.blogspot.com - MENGENAL KULINER KHAS BALI
Makanan ini digunakan sebagai sajian dan hidangan, serta telah dijual secara luas di rumah-rumah makan dengan merek lawar Bali. Lawar adalah salah satu jenis lauk pauk yang dibuat dari daging yang dicincang, sayuran, sejumlah bumbu-bumbu dan kelapa dan kadang-kadang di beberapa jenis lawar diberikan unsur yang dapat menambah rasa dari lawar itu ialah darah dari daging itu sendiri, darah tersebut dicampurkan dengan bumbu-bumbu tertentu sehingga menambah lezat lawar tersebut. Lawar sendiri tidak dapat bertahan lama makanan ini jika didiamkan di udara terbuka hanya bertahan setengah hari.
Tapi jangan salah, lawar di bali bukan cuma BABI, byk jenisnya koq gan, ada lawar ayam, lawar kacang panjang, dsb.

Categories: Makanan Khas Bali | Leave a comment

Jaje Uli

kaskus-forum.blogspot.com - MENGENAL KULINER KHAS BALI
Jaja uli merupakan makanan khas bali yang diwariskan oleh nenek moyang. Jaja uli ini biasanya digunakan sebagai sesajen pada saat odalan seperti hari raya galungan, hari raya kuningan, hari raya pagerwesi dan lain – lain.
Terbuat dari bahan dasar tepung beras jaje uli ada dua variasi yaitu jaja uli berwarna putih dan jaja uli berwarna coklat.
Jika yang jaja uli putih dibuat dengan campuran gula pasir,maka jaja uli kering coklat dibuat dengan campuran gula bali. Namun walaupun berbeda warna jaje tersebut rasanya tetap enak.
Jaje uli ada yang dijual basah atau digoreng kering

Categories: Makanan Khas Bali | Leave a comment

Rujak Cuke

Ketika mendengar kata rujak, pikiran anda akan terbang ke irisan buah yang anda makan dengan  bumbu kacang. Tidak dengan saya, karena rujak Bali terutama rujak cuka bukan seperti yang tadi saya bilang. Semenjak di Jakarta saya baru tahu bahwa bumbu rujak yang dimaksud adalah kacang yang dicampur dengan gula aren, terasi, plus cabe. Sangat berbeda dengan rujak cuka yang saya kenal. Saya tidak begitu tahu apakah rujak cuka berasal dari Buleleng atau tidak, namun sewaktu saya memperkenalkannya kepada teman-teman saya yang berasal dari Tabanan, hampir semua tidak mengetahui rujak jenis ini dan hampir semua mengatakan rasa rujak ini “luar biasa” ketika mencobany. Rujak cuka tidaklah berbumbu kacang tetapi campuran dari terasi, cabe, cuka, gula aren, yang diulek sedimikan rupa lalu dicampur dengan berbagai macam buah seperti pepaya mengkel, ubi, jambu air, dan mentimun. Cara memotong buahnya (biasanya papaya dan ubi) tidak biasa namun dengan 2 cara yaitu “gobed” dan “cacah”. Gobed merujuk pada istilah mengiris buah sangat tipis dengan bantuan alat gobed sedangkan cacah yaitu memotongnya menjadi bentuk kubus, unik bukan? Segar dan pedas akan anda rasakan ketika memakan rujak cuka ini  karena anda merasakan cabe dan cuka dalam waktu yang bersamaan. Di dekat rumah saya terdapat dagang rujak cuka yang menurut saya menjual rujak dengan harga fantastis, hanya Rp.1000. Bento Jepang mungkin bisa ditukar 15 rujak cuka jika dilihat nilainya. Belakangan, saya menemukan makanan yang memiliki kemiripan dengan rujak cuka ini di luar pulau Bali bernama “asinan Bogor”

Categories: Makanan Khas Bali | Leave a comment

Blayag

Ini adalah makanan asli dari Buleleng (lagi) tepatnya di Singaraja. Makanan ini mirip ketupat namun bumbunya bukan kacang. Saya sendiri tidak tahu apa bahan dasar dari bumbunya, saya hanya tahu blayag terdiri dari urab sayur, kacang kedelai, dan gorengan ayam yang nanti semua bahan tadi dicampur menjadi satu dengan bumbu blayag. Ketika disantap maka sensasinya benar-benar memanjakan lidah, saya terutama paling suka rasa gorengan ayam yang begitu renyah. Biasanya saya memakan gorengan ayamnya paling terakhir dan menyisakan bumbunya banyak-banyak untuk memakannya bersama gorengan tadi. Dulu ketika saya masih SD, saya sering menunggu dagang blayag keliling yang biasanya akan mampir ke rumah. Keluarga saya akan berkumpul lalu membeli blayag untuk tiap orang yang sedang ada di rumah. Sekarang dagang Blayag bisa dijumpai hampir di seluruh kota Singaraja, namun rasa blayag yang tidak akan saya lupakan adalah dagang Blayag keliling yang dulu selalu saya tunggu dan berasal dari desa Penglatan dekat rumah saya.

Categories: Makanan Khas Bali | Leave a comment

Sudang,Sambel dan Jukut Undis

Sayuran mirip kacang polong ini sangat popular di Bali. Biasanya “Undis” dibuat dengan cara direbus dengan berbagai rempah menjadi sayur undis kuah dengan kuah yang tentunya berwarna kehitam-hitaman namun kuah inilah yang saya sangat idolakan karena aroma dan tentu rasanya. Selain itu undis bisa dibuat sambal tentunya dengan sebutan sambal undis. Yang saya sempat amati campurannya adalah cabe, terasi, undis yang masih muda (bijinya berwarna hijau), beserta beberapa rempah lainnya. Rasanya? Wow, saya bisa 4 kali makan hanya dengan menyantap sambal undis ditemani sayur undis berkuah, berbeda dengan makan bento Jepang yang sekali saja saya gak akan mau nambah lagi (kapok uang dan kapok rasa). Sayang, ketika saya berlibur di Bali, undis muda jarang ditemukan sehingga hilang juga asa saya untuk menyantap sambal undis kesukaan saya.

Memang namanya terasa asing di telinga tapi sebenarnya yang dimaksud dengan sudang adalah ikan yang diiris tipis lalu diasinkan. Sensasinya adalah ketika sudang digoreng lalu ditemani sambal lalah (pedas) ala Bali, waw, renyahnya menandingi ayam sang jendral. Sudang adalah salah satu makanan Khas Bali yang sepengetahuan saya berasal dari Buleleng (daerah asal saya). Sama ganasnya seperti makan undis, ketika ditemani makan oleh sudang dan sambal lalah, saya bisa menghabiskan 4 sudang dalam sekali makan sampai-sampai Ibu saya kadang memarahi saya karena hanya menyisakan sedikit untuk bapak dan 2 adik saya. Ada kesukaan saya yang kata ibu membuat saya mungkin jadi orang kaya yaitu makan sudang ditemani sambal minyak(campuran minyak, garam, plus cabe). Ya memang, kalau itu saja yang saya makan tiap hari di Jakarta,  uang yang ditabung akan sangat banyak mengingat dengan 1 ayam jendral saya bisa menukarnya dengan beberapa sudang, hahaha.

Categories: Makanan Khas Bali | Leave a comment

Blog at WordPress.com.